PURWAKARTA – Memberikan pemahaman tentang Urgensi Digitalisasi, Himpunan Mahasiswa PSTI kembali kembali menggelar webinar series 2 yang diikuti oleh mahasiswa/i PSTI UPI Kampus Purwakarta dan peseta umum. Webinar kali ini membawa tema “Urgensi Digitalisasi Pendidikan dan Kebudayaan Untuk Kemajuan Bangsa” Sabtu, (05/09) melalui aplikasi zoom dan youtube.

Webinar yang menampilkan pembicara Indriaturrahmi, S.Kom., Kaprodi Pendidikan Teknologi Informasi UNDIKMA, 100 Guru Lombok dan Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi, S.S., M.A., M.M. Dosen Prodi Bisnis Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi UGM, serta bapak Nuur Wachid Abdul Majid, S.Pd., M.Pd. Dosen Prodi PSTI UPI Kampus Purwakarta selaku moderator ini sukses memberikan kesan yang sangat baik kepada lebih dari 800 peserta yang ikut dalam webinar kali ini.

“kegiatan ini merupakan kegiatan pencerahan di era digitalisasi yang hadirnya hampir bersamaan dengan adanya covid-19” ujar Direktur UPI Kampus Purwakarta, Prof. Turmudzi. “bersamaan dengan hadirnya covid, digital mencoba mengatasi kesulitan manusia yang dihadapi di era ini.”

“pendidikan digitalisasi identik dengan pembelajaran dengan menggunakan internet” papar Indri.

Indri menekankan tentang era digitalisasi yang menimbulkan literasi baru yaitu literasi data, literasi TIK dan literasi manusia. Indri juga memberikan pemaparan studi kasusnya tentang upaya pemerintah NTB dalam meningkatkan mutu pendidikan yang salah satunya adalah mengadakan pendampingan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran bagi guru SD, SMP, SMA/SMK hingga SLB.

Sementara itu, Ghifari menjelaskan tentang urgensi digitalisasi dan virtualisasi wisata berbasis Kawasan cagar budaya.

“di daerah Kauman, Yogyakarta merupakan tempat berdirinya Muhammadiyah Digitalisasi” ujar ghifari mengenai reaserch studi kasusnya.

Selain itu, Ghifari juga mejelaskan macam urgensi digitalisasi wisata yang antara lain : memberi kemudahan bagi wisatawan, mengurangi kepadatan kampung, mengembangkan story telling dan interprestasi sejarah lokan dan merespon teknologi agar bisa diadopsi di kawasan bersejarah lain.